PENJELASAN MENGAPA TIDUR MENGHADAP KE KIRI BERBAHAYA

+
Bukan sekedar postur berdiri atau duduk saja yang utama, waktu tidur kita harus juga miliki posisi yang baik serta benar.

Satu diantara posisi tidur yang benar yaitu dengan menghadap ke samping kanan.Terdapat banyak argumen waktu tidur kita mesti menghadap samping kanan.

1. Mengurangi beban jantung

Posisi jantung manusia lebih cenderung ada di samping kiri.

Dengan tidur menghadap ke kanan, hal semacam itu bakal kurangi beban jantung tertimpa organ badan lain.

Sedang, bila kita tidur di posisi samping kiri, jantung bakal terima aliran darah yang terlalu berlebih.

Denyut jantung juga jadi lebih cepat, walau sebenarnya jantung perlu istirahat waktu kita tidur.

2. Mengistirahatkan otak samping kiri

Argumen waktu tidur kita mesti menghadap samping kanan yaitu bisa mengistirahatkan otak kiri.

Mengapa cuma mengistirahatkan otak samping kiri saja? Lantaran otak kiri miliki manfaat untuk menolong organ-organ di samping kanan untuk bekerja dengan baik.

Umpamanya untuk makan, memegang suatu hal, serta kesibukan lain yang menguasai memakai organ badan kanan.

Dengan posisi tidur menghadap kanan, kerja otak kiri juga semakin lebih santai untuk menyangga kerja organ badan kanan.

3. Melindungi paru-paru

Paru-paru kiri manusia lebih kecil dari pada paru-paru kanan.

Oleh karenanya, posisi tidur kita menghadap ke samping kanan, jantung akan tidak membebani paru-paru kanan.

Demikian sebaliknya, bila tidur ke samping kiri, jantung bakal menerpa paru-paru yang memiliki ukuran kecil.

Tentunya, lebih tak baik buat kesehatan kita.


Sesudah tahu argumen waktu tidur kita mesti menghadap samping kanan, Seperti yang di kerjakan Rasulullah SAW.

Adab Tidur dalam Islam serta Faedahnya

Didalam Islam tak ada satu aktivitaspun yg tidak ditata, yang maksudnya hanya untuk kebaikan manusia itu supaya kita dapat jadi manusia baik dengan cara jasmani serta rohani. Yang mempunyai tujuan untuk menggerakkan manfaatnya sebagai khalifah didunia serta melakukan pekerjaan didunia yakni untuk melaksanakan ibadah pada Allah SWT. Lantaran seandainya manusia itu tak sehat lantaran tidurnya tak teratur jadi ibadahnya juga akan tidak dapat dikerjakan dengan cara maksimal.

Adab tidur dalam Islam itu salah satunya :

1. Tak tidur sangat malam sesudah sholat isya

Terkecuali dalam kondisi darurat seperti untuk mengulang (muroja’ah) pengetahuan atau ada tamu atau temani keluarga, seperti yang diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu.

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelumnya (sholat Isya) serta berbincang-bincang (yg tidak berguna) sesudahnya, ” Hadist Kisah Al-Bukhari No. 568 serta Muslim No. 647 (235).

2. Sebaiknya tidur dalam kondisi telah berwudhu

Seperti hadits : “Apabila engkau akan mendatangi pembaringan (tidur), jadi sebaiknya berwudhu terlebih dulu seperti wudhumu untuk lakukan sholat, ” (HR. Al-Bukhari No. 247 serta Muslim No. 2710).

3. Sebaiknya memprioritaskan posisi tidur diatas segi samping kanan

Tidur dengan posisi rusuk kanan sebagai tumpuan serta berbantal dengan tangan kanan, tak kenapa jika sesudahnya beralih posisinya diatas segi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal semacam ini berdasar pada sabda Rasulullah :

“Berbaringlah diatas rusuk samping kananmu, ” (HR. Al-Bukhari no. 247 serta Muslim no. 2710).

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika tidur menempatkan tangan kanannya dibawah pipi kanannya, ” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 serta Ibnu Hibban No. 2350).

4. Tak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik saat tidur malam maupun tidur siang

“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu yaitu posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla, ” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih).

5. Membaca ayat-ayat Al-Qur’an, diantaranya :

a. Membaca ayat kursi

b. Membaca dua ayat paling akhir dari surat Al-Baqoroh

c. Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup serta dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq serta An-Naas lalu dengan dua telapak tangan menyeka dua sisi badan yang bisa di jangkau dengannya di dari mulai kepala, muka, serta badan sisi depan, hal semacam ini diulangi sejumlah 3 kali. Hal semacam ini tercantum dalam Hadits Kisah. Al-Bukhari dalam Fathul Bari XI/277 No. 4439, 5016 (cet. Daar Abi Hayan) Muslim No. 2192, Abu Dawud No. 3902, At-Tirmidzi.

6. Sebaiknya mengakhiri beragam doa tidur dengan doa tersebut :

“Bismikarabbii wa dho’tu jambii wa bika arfa’uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ‘ibaadakasshaalihiin. ”

“Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, saya menempatkan lambungku. Serta dengan nama-Mu juga saya bangun daripadanya. Jika Engkau menahan rohku (mati), jadi berilah rahmat kepadanya. Namun jika Engkau melepaskannya, jadi peliharalah, seperti Engkau pelihara hamba-hamba-Mu yang shalih, ” (HR. Al-Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, Abu Dawud No. 5050 serta At-Tirmidzi No. 3401).

7. Disunnahkan jika akan membalikkan badan (dari satu segi ke segi yang lain) saat tidur malam untuk mengatakan doa :

“laa ilaha illallahu waahidulqahhaaru rabbussamaawaati wal ardhi wa maa baynahumaa ‘aziizulghaffaru. ”

“Tidak ada Illah yang memiliki hak diibadahi terkecuali Allah yang Maha Esa, Maha Perkasa, Rabb yang kuasai langit serta bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun, ” (HR. Al-Hakim I/540 disetujui serta dishohihkan oleh Imam adz-Dzahabi).
+

Post a Comment

+